top of page

ISI Gelar Talk Show Strategis Bahas Integrasi Teknologi Masa Depan dalam Pertahanan Indonesia

ree

Jakarta, 12 Juni 2025 — Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong modernisasi sistem pertahanan nasional dengan menyelenggarakan talk show bertajuk “From Global Trends to National Strategy: Integrating Emerging Tech into Indonesia’s Defence Landscape” di ajang Indo Defence 2024 Expo & Forum ke-10.

Acara ini menjadi forum strategis yang membahas integrasi teknologi mutakhir—seperti kecerdasan buatan (AI), sistem nirawak, teknologi siber, dan bioteknologi—ke dalam sistem pertahanan Indonesia. Diskusi ini juga memperkuat arah pengembangan pertahanan nasional melalui kerangka strategi Perisai Trisula Nusantara.


Komitmen terhadap Pertahanan yang Adaptif dan Berkelanjutan

Dalam sambutan pembuka, Ketua Dewan Penasihat ISI, Dr. Muhammad Hadianto, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi baru untuk membangun postur pertahanan yang tangguh, berdaulat, dan adaptif. “Langkah ini krusial untuk mendukung visi Indonesia dalam menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dr. Hadianto juga menyoroti pentingnya sinergi antara industri pertahanan dan lembaga riset strategis, yang tercermin dalam kolaborasi ISI dengan Republikorp, pelaku industri pertahanan swasta nasional. Kolaborasi ini dinilai mampu menghadirkan kajian berbasis kebutuhan (needs-based assessment) dan memperkuat kapabilitas pertahanan nasional secara profesional.

Pembicara Unggulan: Teknologi Pertahanan dalam Fokus

Talk show ini menghadirkan dua narasumber utama:

  • Dr. Curie Maharani, Direktur Riset ISI, yang membahas transformasi industri pertahanan melalui adopsi teknologi baru, kesiapan industri lokal, dan pentingnya kemitraan strategis.

  • Prof. Teddy Mantoro, Guru Besar Ilmu Komputer dari Universitas Nusa Putra, yang menyoroti implementasi praktikal AI dalam sistem pengawasan, pendeteksi ancaman, dan sistem pertahanan pintar.

Dipandu oleh Aisha R. Kusumasomantri, Direktur Kerja Sama dan Hubungan Eksternal ISI, diskusi berlangsung dinamis dengan pendekatan ilustratif berbasis skenario.

ree

Dr. Curie menyoroti bahwa pemanfaatan teknologi emerging bukan hanya soal senjata, tetapi sistem terintegrasi yang canggih. Ia mengangkat contoh dari praktik global seperti penggunaan UUV, UAV, Critical Undersea Infrastructure (CIU), teknologi luar angkasa, hingga operasi sabotase canggih. Ia juga menyoroti tantangan di Indonesia, di mana 72% program drone nasional hanya mencapai tahap purwarupa (prototype), berdasarkan data internal ISI.

Sementara itu, Prof. Teddy memaparkan peran vital AI dalam pertahanan, termasuk untuk sistem identifikasi target dan deteksi dini ancaman. Ia juga menggarisbawahi perlunya perhatian pada aspek etika, teknis, serta peningkatan kapasitas dalam pengembangan AI untuk pertahanan.


Dihadiri Tokoh Penting dan Pemangku Kepentingan

Talk show ini dihadiri oleh para pemangku kebijakan, perwakilan TNI, Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, pelaku industri, akademisi, dan publik. Beberapa tamu kehormatan yang hadir antara lain:

  • Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Kepala Staf Angkatan Laut ke-24

  • Col. Shiv Kumar, Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik India

  • Dr. Herlina Juni Risma Saragih, Kepala LPPM Unhan

  • Dr. Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR RI


Penguatan Industri Pertahanan Nasional

Sebagai bagian dari komitmennya, Dr. Muhammad Hadianto sebelumnya juga berpartisipasi dalam sesi diskusi bersama Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) mengenai peran pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini dipandang strategis dalam memperkuat aspek pertahanan dan ketahanan nasional, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Tentang ISI:Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) merupakan lembaga riset dan kajian strategis yang berfokus pada isu pertahanan, keamanan, dan geopolitik di kawasan Indo-Pasifik. ISI berkomitmen untuk menjadi penghubung antara pengambil kebijakan, komunitas akademik, dan sektor industri dalam mendorong sistem pertahanan yang adaptif dan berbasis teknologi masa depan.


ree

Press Release acara ini dapat diunduh melalui:


Comments


bottom of page